Sejarah Subang
Prasejarah
Bukti adanya kelompok masyarakat pada masa prasejarah di wilayah Kabupaten Subang adalah ditemukannya kapak batu di daerah Bojongkeding (Binong), Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot (Sagalaherang). Temuan benda-bercorak neolitikum ini menandakan adanya pola pertanian sederhana.
Masa Hindu-Budha
Subang menjadi bagian dari 3 kerajaan besar: Tarumanagara, Galuh, dan Pajajaran. Penemuan pecahan keramik asal Cina di Patenggeng (Kalijati) membuktikan adanya kontak dagang internasional sejak abad ke-7 hingga ke-15.
Penyebaran Islam
Pengaruh Islam dibawa oleh Wangsa Goparana dari Talaga, Majalengka sekitar tahun 1530. Beliau membuka permukiman di Sagalaherang dan menyebarkan ajaran Islam ke seluruh pelosok Subang.
Era Kolonialisme
Pada 1812, terbentuk perusahaan perkebunan besar Pamanoekan en Tjiasemlanden (P & T Lands) yang menguasai lahan seluas 212.900 ha. Masa ini merupakan tonggak awal modernisasi industri perkebunan di wilayah utara Subang.
Kemerdekaan
Tahun 1946, Karesidenan Jakarta berkedudukan di Subang. Melalui perjuangan panjang, wilayah ini akhirnya ditetapkan sebagai Kabupaten Karawang Timur pada 1948, yang kemudian resmi menjadi Kabupaten Subang.